Filipe Luis, Cotinho dan Neymar saat latihan bersama Timnas Brasil (reuters)

Beharap Juara Grup, Brasil Bertekad Tekuk Serbia

RUSIA – Duel hidup-mati akan membalut laga antara Serbia dengan Tim ‘Samba’ Brasil pada laga pamungkas Grup E Piala Dunia 2018 di Otkrytiye Arena, Kamis (28/6) pukul 01:00 WIB. Sang Elang yang masih ogah untuk pulang, ngotot membidik kemenangan demi mengukir sejarah yang dapat mengancam keberadaan Tim Samba di babak 16 besar.

Sejak merdeka dari Yugoslavia, Serbia kini memiliki kesempatan langka mengukir sejarah untuk melampaui prestasi mereka di Piala Dunia sebelumnya yang gagal menembus fase grup.
Syaratnya, Nemanja Matic dan kolega wajib mengalahkan Brasil yang hanya butuh hasil imbang untuk melenggang. Tim Samba hanya butuh mengais satu angka setelah memimpin Grup E dengan empat angka dari dua aga pembuka. Mereka unggul produktivitas gol dari Swiss yang menempati posisi kedua serta satu angka dari Serbia di tempat ketiga.

Artinya, apa pun hasil Swiss kontra Kosta Rika pada laga lainnya di saat yang sama, tidak akan mengubah langkah Tim Samba ke fase selanjutnya jika mampu memetik satu angka.

Namun hasil imbang masih terlalu beresiko bagi Brasil yang bertekad membidik tempat juara grup. Oleh alasan itulah, gelandang serang Tim Samba, Philippe Coutinho meminta rekan setimnya untuk tetap membidik tiga angka.

“Terlalu beresiko bagi kami jika hanya menargetkan hasil imbang. Mereka (Serbia) bukan lawan yang mudah dan mereka tidak akan pernah menyerah sampai akhir,” tandasnya seperti dikutip Mirror.

Coutinho bahkan menambahkan bahwa status juara Grup E akan lebih meyakinkan bagi mereka jika mampu mengalahkan Serbia pada laga nanti. “Sebelum Piala Dunia dimulai saya sudah memprediksi jika status juara grup belum akan ditentukan sebelum kami bisa mengalahkan Serbia. Tapi kami sudah siap untuk situasi ini. kami tidak takut akan apapun. Sejak kecil saya selalu bermimpi untuk mengenakan seragam tim ini. Ini adalah momen penting dalam karier saya,” tandas gelandang serang yang dipanggil dari Barcelona itu tentang setiap kemungkinan yang bisa terjadi pada laga nanti.

Namun Serbia tentu tidak ingin mengalah begitu saja. Serbia yang baru dua kali ikut Piala Dunia sejak merdeka dari Yugoslavia, tentu akan mengancam. Apalagi Elang Putih dihuni para pemain sekelas Matic, Sergej Milinkovic-Savic, Aleksandar Mitrovic, dan Aleksandar Kolarov. Saayang, mereka tergelincir di menit-menit akhir kala menyerah 1-2 saat melawan Swiss pada laga kedua setelah unggul cepat di babak pertama. “Kami tahu kekalahan dari Swiss cukup membuat kami terkejut. Tapi sekarang kami ingin melupakan itu dan kembali menunjukkan bahwa kami mampu mengukir sejarah di Piala Dunia kali ini,” tegas Matic.

Ini akan menjadi pertemuan kedua antara Brasil dan Serbia sebagai negara yang merdeka. Pertemuan pertama adalah dalam sebuah ujicoba pada Juni 2014 dan Brasil menang dengan skor tipis 1-0. Di semua ajang kompetisi, Brasil tidak terkalahkan dalam 13 pertandingan (M9 S4 K0), kebobolan hanya tiga gol selama itu. Termasuk Yugoslavia, Serbia dan Brasil telah bertemu empat kali di Piala Dunia. Rekor pertemuan mereka sangat seimbang dengan satu kemenangan masing-masing dan dua imbang. Penampilan paling pertama Serbia dan Brasil di Piala Dunia adalah pertandingan melawan satu sama lain pada 1930, Yugoslavia menang 2-1. (junius)

Rekor Pertemuan:
07/06/14, Brasil v Serbia 1-0

Perkiraan Pemain:
Serbia (4-5-1): Vladimir Stojkovic (g); Antonio Rukavina, Branislav Ivanovic, Dusko Tosic, Aleksandar Kolarov; Nemanja Matic, Luka Milivojevic, Sergej Milinkovic-Savic, Dusan Tadic, Filip Kostic; Aleksandar Mitrovic.

Brasil (4-3-3): Alisson (g); Fagner, Thiago Silva, Miranda, Marcelo; Casemiro, Paulinho, Renato Augusto; Philippe Coutinho, Gabriel Jesus, Neym

Comments