Mario Mandzukic rayakan gol ke gawang Inggris (reuters)

Kroasia yang Sebelumnya Hanya Dipandang Sebelah Mata

RUSIA – Status ‘kuda hitam sejati’ layak disematkan kepada Tim ‘Vatreni’ Kroasia pada ajang Piala Dunia 2018. Tidak sekadar beruntung, Luka Modric dan kolega telah menunjukkan ‘mental baja’ yang mereka miliki sejak lolos ke fase gugur sebelum akhirnya melangkah ke partai final usai mengalahkan ‘Tiga Singa’ Inggris 2-1 di Stadion Luzhniki, Kamis (12/7) dinihari WIB.

Dipandang ‘sebelah mata’ di awal turnamen, Kroasia yang tergabung di Grup D, bersama Argentina, Nigeria, dan Islandia, mampu mengalahkan lawan-lawan mereka dan lolos ke fase gugur dengan nilai sempurna.

Meski demikian, banyak kalangan belum yakin dengan kemampuan Modric cs dan akan melangkah lebih jauh setelah dipertemukan dengan Denmark dan Rusia di dua fase gugur.

Kroasia yang menempati peringkat 20 FIFA, sukses mendepak Denmark lewat adu penalti 3-2 setelah bermain 1-1 selama 120 menit laga. Hal serupa juga dilakukan Vatreni saat bertemu tuan rumah Rusia di babak perempatfinal.
Tim besutan Zlatko Dalic itu berhasil menyingkirkan tuan rumah lewat adu penalti 4-3 usai bermain 2-2 selama 120 menit laga. Ironisnya, semua kemenangan Kroasia di fase gugur diraih setelah mereka tertinggal lebih dulu.

Terakhir, Inggris menjadi ‘tumbal’ dari mental baja yang dimililki Modric cs di babak semifinal. Tertinggal lebih dulu lewat gol Kieran Trippier di menit kelima, Kroasia akhirnya berhasil menyamakan kedudukan, lewat aksi Ivan Perisic (86″) sebelum bisa memastikan kemenangan, berkat gol Mario Mandzukic, empat menit babak kedua tambahan waktu.

PERASAAN BANGGA

Mandzukic pun menyambut kemenangan itu dengan perasaan bangga. “Ini seperti sebuah keajaiban. Hanya tim dengan mental baja yang bisa menunjukkan keberanian ketika berusaha mengejar ketertinggalan melawan tim seperti Inggris. Kami bermain dengan hati selama melewati turnamen ini. Saya senang dengan penampilan saya sejauh ini, tapi saya di sini untuk tim. Kami seperti singa di laga ini dan kami akan tetap seperti itu ketika di final nanti. Prancis adalah tim favorit di laga nanti, tapi kami adalah kuda hitam sejati,” kata bomber Juventus tersebut seperti dikutip laman resmi FIFA, usai pertandingan.

Dengan hasil itu, Kroasia sukses melaju ke final untuk pertama kalinya di ajang bola sejagat. Sebelumnya, prestasi terbaik Vatreni terjadi di Piala Dunia 1998 dengan lolos ke babak semifinal dan menempati juara ketiga. Kroasia juga menjadi tim dengan peringkat FIFA terendah yang mampu mencapai final Piala Dunia, sejak daftar peringkat sepakbola dunia diperkenalkan pada Desember 1992 silam.

Di final, Mandzukic cs akan bertemu dengan Perancis yang akan berlangsung di Stadion Luzhniki, Moskwa, Minggu (15/7) pukul 22.00 WIB. Duel ini bisa menjadi ajang balas dendam bagi Kroasia yang pada edisi 1998 silam dikalahkan oleh Prancis dengan skor tipis 1-2. (junius/bu)

Comments