Soccer Football - World Cup - Peru Training - Arena Khimki, Khimki, Russia - June 11, 2018 Peru's players during training. REUTERS/Tatyana Makeyeva

Peru vs Denmark, Saat Dua Tim Kuda Hitam Saling Ancam

APA yang akan terjadi saat dua tim berlabel ‘kuda hitam’ di Piala Dunia 2018, saling ancam? Situasi ini akan mewarnai pertemuan Timnas Peru dan Denmark pada laga perdana mereka di Mordovia Arena, Saransk pada laga perdana babak penyisihan Grup C, Sabtu (16/6) pukul 23:00 WIB.

Bicara persaingan di Grup C hunian Prancis, Australia, Peru, dan Denmark, dua tim terakhir punya potensi lolos ke fase berikutnya, merujuk pada performa mereka selama fase kualifikasi hingga laga ujicoba.

Selama fase kualifikasi zona Amerika Selatan (Conmebol), Peru mampu membawahi tim-tim sekelas Chili, Paraguay, Ekuador, Bolivia, dan Venezuela dan berhasil menempati urutan kelima di bawah Brasil, Uruguay, Argentina, dan Kolombia.

Tiket ke putaran final Piala Dunia 2018 pun berhasil mereka genggam dengan menyingkirkan Selandia Baru (agregat 2-0) dalam dua leg di babak playoff.

Sementara dari lima laga ujicoba terakhir, Peru belum sekalipun menelan kekalahan dengan mengalahkan Kroasia (2-0), Islandia (3-1), Skotlandia (2-0), Saudi Arabia (3-0), serta bermain imbang tanpa gol kontra Swedia.

Catatan itu tentu menambah motivasi bagi anak-anak asuh Ricardo Gareca untuk memberikan ancaman kepada Denmark. “Saya tidak pernah mengalami persaaan yang begitu luar biasa, seperti saat ini. Dulu saya dibenci oleh masyarakat Peru, tapi sekarang saya merasa begitu dicintai dan begitu percaya diri untuk membawa tim melangkah lebih jauh di Rusia,” kata Gareca, seperti dikutip ESPN Sports.

Pria asal Argentina itu memang pernah melukai hati masyarakat Peru semasa masih menjadi pemain bersama Timnas Argentina setelah menghadang laju tim kesayangan mereka untuk lolos ke Piala Dunia 1986 di Meksiko.

Namun Gareca mampu mengobati luka masyarakat Peru itu dengan membawa tim kebanggan mereka lolos ke Rusia. Meski demikian, kemampuan Gareca baru akan diuji pada laga sesungguhnya melawan Denmark yang belum sekalipun bertemu dengan Peru dei berbagai ajang internasional. Apalagi Denmark juga punya potensi menghambat laju Peru dan lolos ke fase berikutnya, lewat performa mereka sejauh ini.

Sama seperti Peru, Denmark harus melalui jalur play-off setelah finis sebagai runnerup Grup E putaran pertama fase kualifikasi zona Eropa (UEFA). Berada satu strip di bawah Polandia, Denmark mampu membawahi tim-tim sekelas Montenegro, Rumania, Armenia, dan Kazakhstan. Tiket ke Rusia pun berhasil di genggam tim berjuluk Dinamit itu pasca mendepak Republik Irlandia dengan agregat meyakinkan 5-1 dalam dua leg di babak play-off.
“Sekarang kami siap memberikan ancaman di Piala Dunia. Kami datang bukan sebagai tim favorit, tapi kami punya kemampuan untuk berbicara banyak di Rusia,” tandas sang pelatih, Åge Hareide.

Sementara dari empat laga ujicoba, Denmark mampu mengalahkan tim-tim sekelas Panama(1-0) dan Meksiko (2-0), serta bermain imbang menghadapi Chili (0-0) dan Swedia (0-0). Menghadapi Peru nanti, Denmark kemungkinan akan banyak berharap pada performa sang bomber andalan, Christian Eriksen setelah menjadi toopskorer Denmark di ajang kualifikasi. Sementara Peru akan bertumpu pada duet Paolo Guerrero dan Jefferson Farfan di lini depan. Duet ini dinilai cukup memberikan kontribusi dalam memberikan ancaman di lini pertahanan lawan. (junius/b)

Perkiraan Sususnan Pemain:

Peru (4-2-2-2): Pedro Gallese (g); Luis Advincula, Christian Ramos, Alberto Rodriguez, Miguel Trauco, Renato Tapia, Yohimar Yotun, Andre Carillo, Christian Cueva; Paolo Guerrero, Jefferson Farfan.

Denmark (4-2-3-1): Kasper Scmeichel (g); Stryger Larsen, Simon Kjaer, Andreas Christensen, Dalsgaard; Kvist, Thomas Delaney; Krohn-Dehli, Christian Eriksen, Pione Sisto; Nicolai Jorgensen.

 

Comments