Ronaldo : Portugal Jangan Anggap Remeh Iran

RUSIA – Portugal akan menjalani laga pamungkas Grup B melawan Iran , di Mordovia Arena Saransk, Rusia, Selasa (26/6) dini hari, pukul 01.00 WIB.

Bintang Portugal, Christiano Ronaldo, menegaskan timnya tak akan remehkan Iran di laga tersebut. Pemain Real Madrid itu mengungkapkan Iran menunjukkan kekuatan yang patut diwaspadai ketika berhasil menang dari Maroko 1-0 di laga awal Grup B. Iran juga hanya kalah tipis 0-1 dari tim bertabur bintang Spanyol.

Portugal tidak akan menganggap enteng dengan kekuatan yang diperlihatkan Iran itu. ” Kami fokus pada analisis dan ingin melampaui Iran di laga terakhir fase grup. Tidak ada yang namanya pertandingan mudah, tapi kami tak ingin hasil seri. Pelatih (Fernandio Santos) tak pernah puas, kami tak pernah puas,” jelas Ronaldo.

Ronaldo mencetak hat-trik untuk menyelamatkan Portugal dari kekalahan atas Spanyol di laga pembuka grup B yang berkesudahan imbang 3-3. Ia pun kini menyamai rekor sebagai pemain yang paling banyak mencetak gol bagi tim nasional Portugal dan berkesempatan meneruskan rekor itu ketika turun melawan Iran.

Portugal lebih difavoritkan menang dari Iran. Namun Iran tentu punya misi juga ingin menang serta berharap Spanyol tergelincir di laga lainnya melawan Maroko.

“Iran punya tim yang kuat. Ini berarti mereka bisa bersaing karena memiliki organisasi yang baik,” kata pelatih Portugal, Fernando Santos.

Namun demikian Fernando Santos menyatakan timnya bersiap menghadapi Iran. “Kami bersiap untuk pertandingan lawan Iran. Iran adalah tim yang luar biasa, salah satu yang terbaik di Asia, dengan pelatih berpengalaman, dengan pemain dari liga-liga Eropa,” tutur Santos.



WUJUDKAN MIMPI

Sementara dari kubu Iran menegaskan mimpi lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2018 belum pupus, meski mereka kalah dari Spanyol 1-0 di laga kedua grup B.

Pelatih Iran asal Portugal, Carlos Queiroz, menjanjikan timnya akan berjuang sekuat tenaga mengamankan impian lolos 16 besart saat melawan Portugal. Iran akan lolos jika mampu mengalahkan Portugal. Pasalnya, Iran sudah meraih nilai 3 dari kemenangannya melawan Maroko.

Queiroz menilai para pemain Iran pantas mendapat pujian karena membuat juara Piala Dunia 2010, Spanyol, kewalahan di laga kedua Grup B. “Kami siap untuk menderita, siap untuk bersaing, dan siap mencoba peluang kami untuk memenangi pertandingan. Kami pantas mendapatkan hasil yang lebih baik,” kata Queiroz.

“Tapi, ini adalah match point pertama kami, jika kami membandingkannya dengan permainan tenis. Adapun match point kedua adalah melawan Portugal. Kami masih hidup dan bermimpi,” imbuh pelatih yang pernah menjadi asisten manajer Manchester United. (prihandoko/bu)

Comments