Jerman

Julukan

Der Panzer

Jejak

Timnas Jerman kini melakukan proses regenerasi untuk menciptakan angkatan baru.

Generasi sebelumnya di antaranya Manuel Neuer, Mesut Özil, Thomas Müller, dan Toni Kross yang pertama kali ‘meledak’ pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

Para pemain yang namanya tercantum dalam Das Reboot tersebut akan mewarisi nilai dan falsafah sepak bola Jerman kepada generasi baru yang digawangi Joshua Kimmich, Timo Werner, dan Leroy Sane. Namun, situasi saat ini tidak sebaik ketika mereka akan berlaga di Piala Dunia 2014 yang kemudian mereka menangkan.

Saat itu, Manuel Neuer dan kawan-kawan berada di usia matang. Ditambah lagi, setahun sebelumnya, FC Bayern München, yang merupakan klub asal Jerman, berhasil meraih gelar juara Liga Champions dengan mengalahkan tim asal Jerman lain di partai final, Borussia Dortmund.

Timnas Jerman punya Meistergeist atau “semangat juara” yang terus terjaga, hingga akhirnya kemudian mereka berpesta di Brasil setelah mengalahkan Argentina di partai final.

Situasi jelang Piala Dunia 2018 di Rusia tidak sebaik pada edisi sebelumnya. Klub Jerman tidak banyak berprestasi di tingkat Eropa.

Neuer yang merupakan kiper utama sekaligus kapten tim, kebugarannya masih diragukan. Ditambah lagi, sepertinya mereka masih mencari penyerang tajam di lini depan selepas pensiunnya Miroslav Klose.

Generasi baru memang mencapai prestasi mengesankan di Piala Konfederasi 2017 lalu. Tetapi tetap saja, pengalaman mereka masih minim untuk tampil di ajang sebesar Piala Dunia. Apalagi baru-baru ini, tertangkap kamera bagaimana sempat ada ketegangan antara dua pemain dari generasi baru, Joshua Kimmich dan Antonio Rüdiger, di sesi latihan.

Jerman memulai debutnya di Piala Dunia pada tahun 1934 dan terakhir bermain bahkan keluar sebagai juara Piala Dunia 2014.

Di ajang Piala Dunia, Jerman telah berhasil menjadi juara sebanyak 4 kali pada tahun 1954, 1974, 1990, dan 2014.

Der Panzer telah tampil dalam 18 ajang Piala Dunia. Mereka berhasil lolos ke fase semifinal 13 kali, final 8 kali, dan menjadi juara 4 kali; sebuah pencapaian timnas sepakbola yang luar biasa.

Selain berprestasi di ajang Piala Dunia, Jerman juga memiliki segudang prestasi di ajang UEFA European Championship (EURO) dan FIFA Confederations Cup.

Tercatat, Der Panzer pernah menjadi juara (1972, 1980, & 1996), peringkat ke-2 (1976, 1992, & 2008), dan peringkat ke-3 (1988, 2012, & 2016) pada ajang EURO serta juara (2017) dan peringkat ke-3 (2005) pada FIFA Confederations Cup.

Per awal tahun 2018, Jerman menempati peringkat pertama di ranking FIFA. Timnas Jerman bermain di bawah kepemimpinan coach Joachim Low yang pernah berhasil membawa Jerman memenangkan Piala Dunia 2014 dan FIFA Confederations Cup 2017.

Jerman memiliki banyak pemain berkualitas pada skuadnya yang dapat bermain dengan solid. Nama-nama seperti Thomas Muller, Toni Kroos, Mario Goetze, Mesut Ozil, dan Manuel Neuer sudah dapat dipastikan menjadi nama yang dapat mengintimidasi para saingannya di grup F yakni Meksiko, Swedia, dan Korea Selatan.

Jerman di Piala Dunia

  • 1934 tempat ketiga
  • 1938 tak lolos
  • 1954 juara
  • 1958 tempat keempat
  • 1962 perempat final
  • 1966 runner up
  • 1970 tempat ketiga
  • 1974 juara
  • 1978 putaran kedua
  • 1982 runner up
  • 1986 runner up
  • 1990 juara
  • 1994 perempat final
  • 1998 perempat final
  • 2002 runner up
  • 2006 tempat ketiga
  • 2010 tempat ketiga
  • 2014 juara

Kiper

Manuel Neuer, Kevin Trapp, Marc-Andre ter Stegen

Bek

Marvin Plattenhardt, Jonas Hector, Matthias Ginter, Mats Hummels, Niklas Sule, Antonio Ruediger, Jerome Boateng, Joshua Kimmich

Gelandang

Sami Khedira, Julian Draxler, Toni Kroos. Mesut Oezil, Leon Goretzka, Sebastian Rudy, Ilkay Guendogan

Striker

Timo Werner, Marco Reus, Thomas Mueller, Julian Brandt, Mario Gomez

Pelatih

Joachim Loew

Group F

Team MP W D L GD Pts
— SE / Swedia 2 1 0 1 0 3
— MX / Meksiko 2 2 0 0 2 6
— KR / Korea Selatan 2 0 0 2 -2 0
— DE / Jerman 2 1 0 1 0 3