Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan. (dok/ist)

Final Piala Dunia 2018

Tiga Tim Jagoannya Tumbang Bergiliran, Anies Alihkan Dukungan ke Kroasia

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan merasakan kejutan Piala Dunia 2018 menyusul kekalahan tim nasional (Timnas) Inggris oleh Kroasia 1-2 pada babak semifinal Piala Dunia 2018. The Three Lions yang ia jagokan gagal meneruskan langkahnya ke babak final turnamen bola sejagat di Rusia.

Bagi Anies, hasil negatif itu sekaligus menambah daftar tim jagoannya tumbang secara bergiliran. Betapa tidak, setelah Jerman tersingkir lebih awal, Anies beralih menjagokan Belgia dan Inggris bakal kembali bertanding di babak final Piala Dunia 2018.

Faktanya, tim-tim jagoan Anies itu mengalami kekalahan dan tak ada yang berhasil hingga ke babak final. Jerman lebih dulu tersingkir sejak babak penyisihan grup, kemudian Belgia dan Inggris akhirnya hanya dapat kesempatan memperebutkan peringkat tiga usai masing-masing dikalahkan Prancis dan Kroasia.

(BacaAtasi Belgia, Prancis Ke Final Piala Dunia)

“Jago-jago saya sudah pada tumbang, pertama Jerman. Awal sudah kalah sama Meksiko, Korea. Kemudian tinggal empat, Belgia tumbang, Inggris tumbang. Jadi sekarang tinggal Kroasia sama Perancis (di partai final),” kata Anies, saat diajak berbincang soal Piala Dunia 2018 oleh beberapa awak media massa, di Hotel Four Point, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/7/2018).

Setelah tim jagoannya bertumbangan, Anies kembali mengalihkan dukungan. Kini, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mendukung Kroasia meraih juara.

(BacaInggris Gagal Ke Final, Kane Jadi Bijaksana)

Alasannya, jika Vatreni sukses memenangi Piala Dunia 2018 maka sejarah baru terukir. Anies pun mengibaratkan keberhasilan itu sebagai sebuah perubahan.

“Kalau untuk pesan perubahan saya pilih Kroasia. Kita lihat saja antara Prancis dan Kroasia, kalau Kroasia menang menjadi bersejarah,” imbuh Anies.

(BacaTekuk Inggris 2-1, Kroasia Ukir Sejarah Ke Final Piala Dunia 2018)

Menarik ditunggu, akankah kali ini Kroasia yang didukung Anies menebalkan kesan bahwa tim yang Anies jagokan selalu kalah? Atau sebaliknya, dukungan terhadap tim yang ia berikan di laga final tidak bernasib seperti tiga tim yang lebih dulu ia jagokan? Jawabannya bisa kita lihat pada partai puncak yang akan berlangsung, Minggu (15/7/2018) malam nanti. (yendhi/ys)

Comments